Berencana Merantau ke Luar Negeri? Lakukan 7 Hal Ini Agar Kamu Bisa Bertahan Hidup di Negeri Orang

Jadi ceritanya kamu sudah mantap untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri? Atau kamu ingin mencari pengalaman baru dengan bekerja di negeri orang? Merantau ke luar negeri tentunya butuh pertimbangan yang matang. Pasalnya kamu akan berada jauh dari keluarga dan teman terdekat, pisah negara bahkan pisah benua. Belum lagi kalau kamu hanya seorang diri di sana, nggak ada sanak keluarga, nggak ada teman, bahkan teman dunia maya yang berasal dari negara tujuan rantau kamu pun nggak ada.

Kalau punya keluarga di sana sih gampang, tinggal bilang “Tante, mulai bulan depan aku bakalan lanjutin kuliah ke Perancis, tolong bantuin aku cari tempat tinggal di sana yah”.

Lebih enak lagi kalau si Tante jawab “Yaudah kamu tinggal di rumah tante aja”. Lumayan kan irit ongkos?

Tapi nggak usah terlalu berharap karena kamu nggak akan merasakan hal itu kalau kamu hanya akan seorang diri di sana, tanpa ditemani orang-orang yang kamu kenal.

Bertahan di negeri orang memang tergolong susah, pastinya banyak hal yang harus kamu perhatikan. Tapi tenang Toppers. Kali ini Toped akan memberi 7 tips ampuh supaya kamu bisa bertahan hidup di tengah deraian susahnya jadi anak rantau di luar negeri.

1. Paling penting: pelajari budaya dan bahasa masyarakat setempat
Pernah mendengar yang namanya “culture shock”? Istilah ini digunakan untuk menggambarkan keadaan saat seseorang merasa terkejut dengan budaya di suatu tempat, yang membuatnya merasa sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Culture shock sangat sering dialami oleh pelajar atau pekerja yang hijrah ke luar negeri. Pada umumnya mereka yang terkena “wabah” ini akan mengalami depresi bahkan stres berat, dan membuatnya menutup diri dari lingkungan.

Nah untuk Toppers yang sebentar lagi akan merantau ke negeri orang, jangan sampai mengalami yang culture shock yah. Gimana caranya supaya nggak terkena “wabah” ini? Caranya gampang banget kok, kamu cukup belajar budaya tentang budaya masyarakat setempat. Carilah referensi sebanyak-banyaknya tentang kebiasaan masyarakat di negara tujuan rantau kamu, mulai dari kehidupan sehari-harinya hingga apa yang dianggap “haram” oleh mereka. Jangan lupa juga untuk belajar bahasa sehari-hari yang digunakan yah.

Jika sudah mengenal budaya dan menguasai bahasa di sana, pasti kamu akan lebih mudah untuk beradaptasi serta melebur dengan masyarakat setempat. Dengan begitu, dijamin kamu nggak akan mengalami yang namanya “culture shock” deh.

2. Belajar masak itu penting, lumayan buat menghemat biaya hidup
“Di rumah dimasakkin mulu, masa iya aku harus masak sendiri”. Udah nggak jamannya jadi tuan putri yang apa-apa harus dikerjakan sama orang lain! Kamu harus mulai belajar untuk hidup mandiri Toppers, salah satunya yah dengan masak sendiri. Jangan pernah bilang nggak bisa, karena semua sesuatu itu pasti dimulai dari terbiasa. Bila kamu membiasakan diri untuk masak sendiri, masakan yang awalnya nggak enak, lambat laun pasti akan makin enak asalkan kamu mau terus belajar. Emang kamu pikir chef profesional bisa langsung jago masak dengan mengucap kata “simsalabim” aja. NGGAK!

Selain membentuk kamu menjadi pribadi yang lebih mandiri, dengan masak sendiri pastinya kamu juga bisa menghemat pengeluaran selama di negeri orang nun jauh di sana. Coba deh kamu hitung-hitung biaya membeli bahan makanan dibandingan dengan membeli makanan jadi 3 kali setiap harinya. Pasti biaya membeli bahan mentah dan kemudian mengolahnya sendiri lebih murah kan, Toppers?

3. Biar kamu nggak merasa sendiri, jangan takut untuk berinteraksi dan mencari teman baru
Merantau ke negeri orang bukan cuma buat nyari ilmu atau nyari uang, tapi kamu juga harus memanfaatkan kesempatan ini untuk nyari teman dan memperluas koneksi. Udah jauh dari keluarga, masa iya kamu harus hidup sendiri di sana, nggak ada temen, kemana-mana sendiri. Nah supaya kamu nggak merasa sendiri dan cuma bisa nyanyi “sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu asik dengan duniaku sendiri”, jangan pernah ragu untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekitarmu, baik di kampus, di asrama ataupun di tempat kamu biasa membeli makanan.

Takut ngobrol dengan orang di sekitarmu karena kemampuan bahasa asingmu masih payah? Buat semua ketakutan kamu! Justru kamu bisa melatih kemampuan bahasa kamu dan belajar langsung dari mereka. Selain belajar bahasa, kamu juga bisa bertanya ke mereka tentang budaya masyarakat di sana, tentang bagaimana masyarakat berinteraksi, tradisi di sana, sampai hal apa saja yang nggak boleh dilakukan di sana. Tuh enak banget kan, Toppers? Selain memperluas pertemanan, kamu juga bisa sekalian belajar bahasa dan budaya dari empunya langsung!

4. Merantau buat nyari ilmu? Nggak ada salahnya kamu nyari duit dengan kerja part-time
Nah untuk Toppers yang hijrah ke luar negeri untuk nyari ilmu, nggak ada salahnya juga kamu nyari uang dengan kerja paruh waktu. Di luar sana banyak banget kok pekerjaan yang disediakan untuk mahasiswa, misal jadi barista, waiter ataupun penyanyi di kafe-kafe. Nggak perlu takut dipandang sebelah mata oleh orang lain, karena di luar negeri sudah biasa kok mahasiswa kerja part-time, bahkan jadi pencuci piring di restoran-restoran untuk menambah uang jajan. Jadi kamu nggak perlu minder dan takut kalau teman-teman kuliah kamu di sana tahu kamu bekerja sebagai pelayan restoran. Daripada kamu menghabiskan waktu senggang setelah kuliah hanya untuk hura-hura atau tidur di kamar, mending kamu jadi orang yang produktif dengan memanfaatkan waktu untuk nyari uang.

5. Saat terpikir untuk hura-hura, ingat keluarga di sini yang selalu mikirin kamu!
Pergaulan di luar negeri, cenderung lebih bebas daripada di Indonesia. Karena itu, kamu harus pintar jaga diri supaya nggak terpengaruh dengan pergaulan-pergaulan yang negatif seperti merokok, narkoba, minum-minuman keras dan seks bebas. Nggak mudah memang untuk menahan diri untuk nggak tergoda dengan hal-hal tersebut, apalagi kalau teman-teman di sekelilingmu sering melakukannya. Tapi ada cara ampuh nih supaya kamu bisa tahan dengan godaan-godaan itu, ingat keluarga di sini!

Yup, saat kamu mulai berpikir dan terbujuk untuk hura-hura dan melakukan hal yang negatif, ingatlah Ibu, Ayah, keluarga lainnya dan sahabat-sahabat yang selalu mikirin gimana kehidupan kamu di sana. Pastinya kamu nggak mau kan ngecewain mereka? Nah karena itu, pintar-pintarlah untuk menjaga diri di tempat rantauan kamu dan buat mereka bangga.

6. Manfaatkan teknologi untuk mengatasi homesick
Homesick menjadi salah satu “penyakit” yang lazim dialami oleh anak perantau, apalagi yang merantau ke luar negeri. Tapi di jaman sekarang, penyakit kangen rumah ini bisa dengan mudah kamu atasi kok, Toppers. Pasti kamu punya gadget dan koneksi internet kan? Nah kamu bisa memanfaatkan keduanya untuk melepas rindu dengan keluarga ataupun teman-teman di sini dengan melakukan video call. Daripada harus telepon-teleponan yang pasti biayanya lebih mahal, apalagi kirim-kiriman surat yang nyampenya bisa berbulan-bulan, mending kamu memanfaatkan internet, lebih murah bahkan gratis kalau kamu memakai fasilitas wifi yang tersedia di tempat umum. Internet mendekatkan yang jauh 😀

7. Takut kangen makanan kampung halaman? Simpan stok makanan yang kamu bawa dari Indonesia
Selain keluarga dan teman-teman, makanan biasanya juga sering menjadi salah satu hal yang paling dikangenin sama anak yang merantau ke negeri orang. Dan di saat ini lah kamu akan menyadari kalau makanan Indonesia yang paling enak sejagat raya! Hahaha. Nah buat jaga-jaga siapa tahu kamu tetiba kangen makanan Indonesia, kamu bisa membawa stok makanan instan. Bukan cuma mie instan, bahkan sekarang rendang dan seblak juga sudah ada yang dijual dalam bentuk kemasan.

Nggak akan ada rengekan “Mama, aku mau pulang Bandung, pengen makan seblak T____T”, karena udah banyak banget seblak yang dijual secara instan, tinggal diseduh, masukkin bumbu, siap dilahap deh. Jadi nggak perlu repot-repot pulang ke kampung halaman cuma buat makan seblak, kan ada Seblak Instan, bisa lebih tahan lama daripada seblak yang sudah dimasak, jadi bisa kamu simpan dalam waktu yang cukup lama. Begitu juga dengan makanan instan lainnya seperti rendang kemasan, tinggal kamu panaskan dan voila, lidah kamu bisa langsung merasakan nikmatnya rendang asli Indonesia 😀

Nah itulah 7 tips agar kamu bisa bertahan di negeri orang. Intinya kamu harus berani untuk berinteraksi, belajar budaya masyarakat di sana dan juga membiasakan diri untuk hidup mandiri. Dan yang paling penting, berhenti jadi anak manja 😀

Sumber: Senny Ferdian Ciu, tokopedia.com